Senin, 15 November 2010

FF/PG+13/Your Name

My first FF.. !! yang udah baca WAJIB KOMEN..!! #maksa Oke.. oke.. ^_-*wink*

Mianhae kalau jelek.. smoga suka !! Gomawo before.. *bow*

Title: Your Name

Cast(s): -Choi JeRim

-Kim JongHyun

Genre: Romance

Rating: PG+13

Author: Kim Ray Bae

Happy Reading ^_^

^^***************^^

Aku berjalan pulang melewati taman kota. Setiap pulang sekolah aku memang selalu melewati jalan ini. Karena jalan ini merupakan jalan alternatif menuju rumahku. Dan ini semua gara-gara ulah Sang Jin dan Rae Yoo. Mereka meninggalkan aku karena mereka diajak kencan sama namjachingu-nya. Rae Yoo diajak ke Game center sama KyuHyun. Karena mereka sesama pecinta game. Terus Sang Jin juga diajak ngedate ke restoran bintang lima sama YeSung... Huh! Beruntung sekali mereka!

Dan alhasil aku harus pulang sendirian sambil membawa buku-buku dan tugas proposal yang diberikan songsaengnim ditanganku, karena tasku tak memungkinkan untuk menampungnya.

Aku kehilangan konsentrasiku “ BRUK...!!!” tiba-tiba aku menabrak seseorang. Tentu saja setumpuk buku-buku dan tugas proposal yang kutopang dikedua tanganku jatuh berserakan ditanah

“HEY..!! Kalau jalan itu pakai mata!!” Ujarnya nyolot. Dari suaranya sepertinya dia seorang namja

“Jweisonghamnida” ucapku lirih

Aku segera membereskan buku-buku yang berserakan ini, dan dengan enaknya dia menginjak tugas proposal yang kukerjakan berminggu-minggu itu. Apakah dia tidak tahu seberapa besar perjuanganku untuk mengerjakan tugas ini..??!!

“YAA..!!” aku mendongkakkan kepalaku. “Lihat ini..!! apa kau tidak punya mata!!” ucapku kesal sambil menunjukan tugas proposalku yang kotor diinjak olehnya.

“Mianhae.. aku tidak sengaja”

“TIDAK SENGAJA KATAMU..??!!” kataku memekik

“Ne.. akukan sudah minta maaf, lagi pula aku tidak sengaja kok..” ujarnya enteng

“Pokoknya, bagaimanapun juga kamu harus ganti rugi semuanya ini..”

“Oke.. Nih” dia menyerahkan beberapa lembar uang ditangannya. “Bagaimana..?? apakah masih kurang..??”

“aku tidak butuh uangmu!!” aku kembalikan lagi uang pemberiannya kepada namja aneh itu

“Terus.. kamu maunya apa??”

“itu..” aku menunjuk kedai eskrim yang terletak tidak terlalu jauh dari tempatku berdiri

“eskrim??” tanyanya heran

“ne” aku menangguk mantap

“waeyo..??” lanjutku

“ani..”

“yaudah, palli”

Diapun segera berjalan menghampiri kedai eskrim yang kutunjuk tadi. Dan tak seberapa lama kemudian namja aneh itu membawa dua eskrim ditangannya.

Lalu namja itu menarik tanganku untuk duduk di kursi taman

“nih” dia memberikan salah satu eskrim rasa blue berry kepadaku

“kenapa kamu tahu kalau aku suka eskrim rasa blue berry??”

“nan molla.. aku membelinya karena aku suka rasa blue berry”

Hmm.. nilai plus untuknya, ternyata rasa eskrim kesukaan kita sama

Tiba-tiba ada sebuah balon berwarna pearl blue yang terbang mendekati kami. Akupun mencoba untuk menangkapnya.

“ini punya siapa ya..??” tanyaku khususnya pada diriku sendiri

Tak lama kemudian ada seorang anak kecil yang menghampiriku.

“noona, itu milikku” kata anak kecil itu

“Ohh.. ternyata balon ini punyamu..??” aku agak sedikit menjongkok menyeimbangi tinggiku dengan anak ini.

“nih..” kuserahkan balon biru ini kepadanya. Dia terlihat sangat lucu dan sesekali kuacak rambutnya yang mirip jamur.

“noona dan hyung ini pasangan yang serasi” ucap anak itu tiba-tiba. Bisa dibayangkan bagaimana reaksiku saat ini. KAGET!!. Saya rasa juga namja aneh itu sama halnya denganku.

“tapi saeng.. kita tidak pacaran” ucapku berusaha menjelaskan

“tetap saja noona dan hyung ini pasangan yang sangat serasi” kata anak ini keras kepala

“Yoo Geun.. kamu kemana saja??” kata salah seorang ahjumma menghampiri kami.. kurasa dia omma-nya anak ini.

“Ahh.. mianhae, anakku telah mengganggu kalian” ucap ahjumma itu lagi

“Gwaenchana.. dia sangat lucu” ujarku seraya mengembangkan senyuman

“Oh ya..” kuubrak abrik isi tasku. “ini untukmu” ujarku sambil menyerahkan beberapa bungkus permen.

“ayo.. bilang apa sama noona..” ucap omma-nya

“gomapta noona..” ujar anak itu

“ne..” aku membalasnya dengan hanya tersenyum.

Omma dan anak itupun pergi dari hadapan kami. Tetapi ada sesuatu hal yang mengganjal.. namja aneh itu terus menatapku

~Namja P.0.V~

Dia begitu perhatian kepada anak kecil, dan satu hal yang tidak aku ketahui, ternyata yeoja ini kalau sudah tersenyum terlihat sangat manis. Tidak menyeramkan seperti tadi.

“kenapa kamu terus menatapku??” suara yeoja itu membuyarkan lamunanku, Ahh.. aku tidak sadar, ternyata dari tadi aku terus memperhatikannya

“ani..” aku mengelak

~Yeoja P.0.V~

“kamu suka anak kecil ??” tanya namja itu

“ne.. menurutku anak kecil itu sangat lucu dan menggemaskan”

“dan jujur.. anak kecil tidak pernah berbohong” dia menambahkan. Aku tidak mengerti dengan apa yang diucapkannya. Apakah ucapannya itu mengarah pada perkataan anak yang tadi itu..??

“anak kecil itukan tidak tahu apa-apa”

“iya.. tapi tetap saja mereka tidak pernah bohong” namja itu tetap ngotot

Hhh.. terserahlah. Aku hanya bisa menghela nafas menandakan iya.

^^*****************^^

Hari sudah mulai sore. Dan sebaiknya aku harus segera pulang. Kalau tidak pasti nanti omma mencemaskanku.

Aku segera beranjak dari dudukku. “aku pulang dulu ya..” kataku pamit

“hmm.. gomawo atas eskrimnya” lanjutku

Akupun pergi menjauh dari tempatku semula. Terasa ada hal yang janggal. Namja itu, dia terus membuntutiku. Aku mempercepat langkahku, tapi sama halnya dengan namja itu, dia juga mempercepat langkahnya. Kenapa sih dia mengikutiku terus..?? bikin parno aja..

Aku berbalik menghadapnya.

“kenapa dari tadi kamu terus mengikutiku..??” tanyaku sangsi

“dasar geer..!! siapa yang ngikutin kamu..” diapun masuk kedalam mobil sport berwarna silver yang terparkir tepat disampingku.

Dia melajukan mobilnya dan tak seberapa lama bayangan mobilnya menjauh dari pandanganku. Dasar namja aneh.. tetap aja aneh!

^^**************^^

Segar sekali rasanya habis mandi. Dan setelah ini aku harus memperbaiki tugasku yang rusak.

Kuambil tugas proposalku di meja belajar. Untung saja yang cacat hanya covernya. Jadi lebih mudah diperbaiki. Kalau misalkan isinya yang rusak, wahh.. bisa-bisa JinHee seonsaengnim besok ngamuk.

Eittzzz.. tunggu dulu.. rasanya ada sesuatu yang kurang.. “gelang..!! gelangku kemana...?!” aku mulai panik dan gelisah. Gelang pemberian Donghae oppa..!! aku harus mencarinya sampai ketemu.

Kucari-cari dibawah kasur, bantal, selimut, meja belajar, lemari dan kamar mandi. Mungkin saja terjatuh saat aku mandi tadi. Tetapi hasilnya NIHIL. Aku tidak menemukannya sama sekali.

Atau jangan-jangan.. namja aneh tadi..?? yahh, walaupun menurutku dia agak sedikit aneh, tapi dia sangat baik dan ganteng. Pasti banyak yeoja yang menyukainya. Loh..?! kok aku jadi memuji dia sih?? Tetapi kuakui, menurutku itu memang kenyataannya.

^^*************^^

~Namja P.0.V~ @12.15 AM

Kenapa sudah tengah malam begini aku belum bisa tidur juga ya..?? dan yeoja tadi.. kenapa terus muncul dipikiranku?? Aneh rasanya, tetapi kurasa yeoja tadi sangat ramah dan manis, walaupun sikapnya sedikit kekanak-kanakan tetapi dia sangat lucu.

Kurebahkan tubuhku diranjang sambil memandangi gelang stainless steal yang berinisialkan hurup ‘D’. Mungkin ini punya yeoja tadi. Sebenarnya aku ingin mengembalikannya tadi, tapi entah mengapa aku ingin bertemu dengan dia lagi, dan gelang ini bisa menjadi alasannya. besok sebaiknya aku harus mengembalikan gelang ini. Otomatis aku bisa bertemu dengan yeoja itu lagi.

^^************^^

~Yeoja P.0.V~

Seperti biasa aku pulang melewati taman ini. Mungkin saja namja itu datang lagi kesini sambil membawa gelangku. Akupun duduk dibangku taman yang kosong.

2 jam telah berlalu...

Aisshh..!! haruskah aku berhenti menunggu dan berharap dia akan datang?! Ini terlalu lama!

‘YAA..!!” aku tersentak kaget dari lamunanku ketika melihat sebuah benda, tepatnya gelangku dilambai-lambaikan didepan mataku. Aku sedikit menolehkan kepalaku untuk memastikan siapa pelakunya, dan tentu saja namja itu. Dia tersenyum manis kearahku.

“kau mencari inikan..??” segera kuambil gelangku dari tangannya

“aku menemukannya kemarin terjatuh di tanah”

“gomawo” kataku sedikit membungkuk

“gelang itu sangat berharga bagimu ya?”

“ne.. gelang ini pemberian dari Donghae oppa”

“siapa dia?” tanyanya menyelidik

“oppaku..” dia agak sedikit tenang

“Donghae oppa sekarang tinggal di Mokpo, dan sekarang dia sedang ikut wamil” jelasku

Tiba-tiba setitik air hujan membasahi pipiku dan lama kelamaan hujan gerimis ini berubah menjadi deras

Banyak sekali orang-orang yang disekitar taman ini sedang berlarian mencari tempat yang teduh.

“kajja!!” tiba-tiba namja ini menarik tanganku berlari menuju tempat yang teduh. Kamipun berhenti di sebuah gubuk yang terletak tidak jauh dari taman bermain itu.

Aisshh..!! aku lupa tidak membawa jaket, dan keadaanku sekarang tengah memakai seragam sekolah. Tentu saja aku kedinginan. Tetapi tubuhku sekarang agak terasa sedikit lebih hangat, yah,, tidak salah lagi, namja itu membukakan jaketnya dan memakaikannya kepadaku.

“kau..” ucapku agak sedikit kaget

“kau pasti kedinginankan??” tanyanya memastikan

“gomawo” kataku agak sedikit canggung.

Dia hanya tersenyum menanggapinya

^^***********^^

Sudah 1 jam lebih hujan belum juga berhenti.

“Hoaammm...” aku menguap lebar.

Rasa kantuk melandaku. Mataku sudah 5 watt dan berat sekali untuk membukakan mata.

Akupun mencari tempat yang enak untuk tidur. Dan tidak perlu menunggu beberapa lama lagi aku langsung tertidur pulas. Terjebak bersama namja aneh ini membuatku sangat lelah.

^^*****************^^

Kubukakan mataku perlahan. Sepertinya hujan sudah berhenti. Tapi kenapa tubuh dan pundakku terasa berat ya?? Seperti ada yang memelukku

“dingin..” tiba-tiba terdengar jelas suara lembut tepat ditelingaku.

Sepertinya aku mengenali suara itu..

Ku edarkan pandanganku ke seluruh penjuru tempat ini. Aku terlonjat kaget ketika mengetahui ada tangan yang melingkar di perutku. Aku sedikit melirikkan kepalaku kesebelah samping. YAA..!! NAMJA ITU..!! dia tengah menyandarkan kepalanya dipundakku dan tangannya dari belakang memelukku erat. Pantas saja dari tadi tubuhku terasa berat.

Aisshh.. jantungku..?? ada apa dengan jantungku? Kenapa jantungku jadi berdebar-debar begini?? Dan wajahku terasa memanas sekarang. Untung saja namja ini tidak melihatnya.

Kugenggam tangannya yang dingin. Sedikit melepaskan tangannya dari perutku. Dia menepis tanganku

“dingin, jangan pergi.. jebal” dia malah semakin erat memelukku. Apakah namja aneh ini sedang mengigau?

Kurasakan tubuhnya yang dingin dan bergemetar. Aku jadi merasa bersalah. Gara-gara dia memakaikan jaketnya kepadaku. Namja aneh ini jadi kedinginan

“hey.. !! ireona ” aku mencoba membangunkannya. Sebenarnya sih aku tidak tega membangunkannya, tetapi harus bagaimana lagi? Aku harus cepat-cepat pulang.

Dia membukakan matanya perlahan.

“YAA..!!” namja aneh ini sama kagetnya sepertiku tadi. Diapun berdiri dari posisi duduknya.

“Mianhae..” ujarnya sambil membungkuk

“seharusnya aku yang meminta maaf.. gara-gara aku, kamu jadi kedinginan seperti ini” kataku agak sedikit menyesal.

Kubukakan jaket yang kupakai. “aku kembalikan” ujarku sambil menyodorkan jaket hitam milik namja aneh ini

“buat kamu saja” dia menolaknya

“tapi kan..”

“Gwaenchana.. simpanlah jaket itu sebagai kenang-kenangan dariku”

“ya sudah.. gomawo. Sekarang aku harus pulang dulu. Sekali lagi gomawo..” belum sempat aku melangkah, tiba-tiba tanganku digenggam oleh namja itu. Dia memberhentikan langkahku.

“temanilah aku disini beberapa menit lagi saja..” pintanya sambil memelas.

Aku tidak bisa menolaknya. Terpaksa aku menuruti permintaannya. Tak apa-apalah anggap saja ini sebagai tanda permintaan maafku. Dan mungkin saja ini hanya sebentar..

“kajja..!!” dia menarik tanganku. Mengajakku berjalan-jalan disekitar danau yang masih terletak ditaman ini. Aku tidak bisa mengelak lagi. Aku hanya bisa menuruti semua perkataannya.

Dia mendudukanku disebuah batu besar.

“pemandangannya sangat indah ya..??” ujarnya sambil menatap lurus danau yang ada dihadapan kami

Kurasa dia sekarang sangat aneh. 1000 kali lebih aneh dibandingkan kemarin.

Dia berjalan menghampiriku. Kemudian duduk disampingku.

“bolehkah aku berkata sesuatu kepadamu..??” tanyanya

“mworago..??”

Dia mendekatiku, apa yang akan dia lakukan?! Eotteohgae..?? aku mulai panik, tenanglah JeRim, calm down

“Ya!!..” aku mencoba mengatur nafasku

Dia semakin mendekat, agioo... jantung ini, kenapa lagi sih?! Kenapa kambuh lagi? Jantungku dag dig dug gak jelas gini.. dan ini skalanya lebih besar daripada yang tadi... aku berani taruhan pasti sekarang wajahku memerah seperti kepiting rebus..

Dia semakin mendekat lagi.. KYYAAA..!!! awas saja kalau dia mendekat lagi selama kurang lebih 1 cm..!! aku sudah menyiapkan tangan ini untuk memukul wajahnya..!!

“Saranghae..” bisiknya tepat ditelingaku.

Aku harap sekarang telingaku masih normal. Alias tidak budeg. Kucubit tanganku, apakah ini mimpi??

“aawww..” sangat sakit. Itu pertanda berarti ini bukan di dunia mimpi..

“kamu maukan jadi yeojachingu-ku..??” aku melengos tidak percaya.

Akukan sudah bilang ini nyata bukan mimpi dan aku tidak budeg. Dia masih menunggu jawabanku.

“ne oppa, nado saranghae.. jeongmal saranghae” aku tidak bisa mengontrol perasaanku dan kata-kata itu meluncur begitu saja dimulutku.

Dia tampak senang mendengarnya dan tanpa ba bi bu lagi dia langsung memelukku. Aku kaget dibuatnya. Tapi akupun membalas pelukannya

“molla, aku tidak tahu perasaan ini datang sejak kapan.. tetapi aku bisa merasakannya.. aku mencintaimu.. jeongmal saranghae..” pekiknya

Aku bersandar didada bidangnya, jelas kurasakan jantungnya bergemuruh sama sepertiku.

“ya.. jankaman” dia melepaskan pelukannya

“ireum..??’’ lanjutnya

Oh ne.. arraseo! Kita belum berkenalan

“ne!! Nama..!! bahkan kita belum tahu nama masing-masing” kataku sambil tertawa geli.

“Choi JeRim imnida” lanjutku

“Kim JongHyun imnida” ucapnya

“hmm.. jadi namamu JongHyun..?? bolehkah aku memanggilmu Jjong oppa..??” tanyaku

“Jjong..?? wahh.. nama sayang untukku..??” tanyanya senang

“aniyo.. nama oppa itu terlalu panjang, jadi aku singkat aja jadi Jjong.. gak apa-apakan..??”

“mana mungkin nama sekeren itu bisa dibilang panjang..??”

“hah??” aku bingung

“ya tentu boleh donk.. my sweet princess” jawabnya gombal

Aisshh.. Jjong oppa ini selalu sukses membuatku blushing.

Jjong oppa mendekatkkan wajahnya, menatapku lekat. Apa lagi yang akan diperbuatnya..?!

“wajahmu..?? memerah..”

MWO..?! ketahuan..

“Hahah.. hay0 ngaku, kamu pasti malu.. iyakan..??” Jjong oppa tertawa geli

aku memukul tangan Jjong oppa pelan. “oppa..” aku mengembungkan kedua pipiku

“hahaha.. kau terlihat sangat lucu” Jjong oppa masih terus tertawa

“oppa berhentilah tertawa atau nanti aku akan marah”

Jjong oppa akhirnya memberhentikan tawanya

“Iya.. ya.. My sweet princess, Imhie”

“Imhie?? nugu?”

“nama sayang untukmu”

“Okeh.. Imhie!! Nama sayang dari Jjong oppa..”

Jjong oppa merangkul bahuku. Mendekapku mendekat kearahnya.

“Look at that sky” Jjong oppa menunjuk langit petang kota Seoul.

Ha.. dul.. set..

JUUDUUEEERRR..!! tiba-tiba sebuah kembang api berbentuk hati meluncur membelah langit malam. Menambahkan keramaian dan keindahan kota Seoul.

Apakah Jjong oppa yang membuat semuanya ini??

“apakah kamu suka..??” tanya Jjong oppa

“Geurae..” ucapku mantap

Aku masih mengagumi kembang api yang indah itu..

“SARANGHAE..!!” Jjong oppa mengecup keningku.

^^**********^^

Hari ini memang sedikit aneh.. aku mencintai namja yang baru kukenal kemarin.. bahkan sebelumnya kita tidak mengetahui nama masing-masing..

Yah.. inilah L.O.V.E.. cinta tidak mengenal nama, dan kalau sudah jodoh pasti tidak akan lari kemana kan..??

JEONGMAL SARANGHAE KIM JONGHYUN OPPA...!!!

~F.I.N~

Y0... ay0.. komennya.. !! komennya..!! don’t be silent reader..!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar